Belajar
LGBTQ+

Memahami LGBTQ+

Di Halaman Ini
Di Halaman Ini
EN
EN

Memahami LGBTQ+

Ketika kamu berbicara tentang menjadi seseorang yang lurus (normal), lesbian, transgender, apakah kamu benar-benar menyadari bahwa kamu sedang membicarakan identitas gender dan orientasi seksual? Penjelasan singkat tentang identitas gender yang merujuk pada bagaimana seseorang mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai laki-laki, perempuan, atau yang lain. Sementara orientasi seksual merujuk pada bagaimana seseorang tertarik pada pasangan laki-laki, perempuan atau keduanya sebagaimana sering disebut sebagai heteroseksual, homoseksual dan biseksual.

LGBTQ+ adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer dan lainnya. Kebanyakan orang pada umumnya menggunakan istilah LGBTQ+ yang mencakup komunitas lain dalam LGBTTTQQIAA. Mari kita lihat apa arti dari masing-masing inisial tersebut!

  • Lesbian pada umumnya digunakan untuk wanita yang memiliki ketertarikan dan mengalami hal berbau percintaan dengan wanita lain atau homoseksual wanita
  • Gay adalah istilah untuk orang yang homoseksual dan sering digunakan untuk pria yang homoseksual, akan tetapi lesbian pun bisa disebut sebagai gay
  • Biseksual adalah ketika seseorang mengalami kebiasaan ketertarikan dalam hal percintaan atau seksual terhadap pria atau wanita (dua-duanya)
  • Transgender adalah istilah umum untuk seseorang dengan identitas gender yang tidak sesuai dengan jenis kelamin mereka saat lahir. Istilah ini meliputi orang-orang genderqueer (orang yang tidak memiliki identitas gender/nonbiner), transpuan (transperempuan; transgender yang awalnya diidentifikasi sebagai laki-laki), trans men (kebalikan dari transpuan), dan bigender
  • Transeksual merujuk pada seseorang yang tidak memiliki identitas gender yang konsisten dengan jenis kelamin mereka saat lahir
  • Istilah Two-Spirit (jiwa ganda) digunakan oleh penduduk pribumi Amerika Utara atau Bangsa Pertama Kanada untuk komunitas orang-orang pribumi yang terlihat memiliki jiwa laki-laki dan perempuan sekaligus
  • Queer mendeskripsikan identitas seksual dan gender selain heteroseksual dan cisgender. Terkadang istilah ini digunakan untuk mengekspresikan bahwa seksualitas dan gender bisa menjadi hal yang membingungkan dan berubah seiring waktu yang mana mungkin tidak sesuai dengan identitas seperti laki-laki atau perempuan, gay atau normal
  • Questioning adalah istilah ketika seseorang masih dalam proses eksplorasi yang mungkin tidak yakin atau memiliki kekhawatiran dalam menggunakan label sosial untuk diri mereka sendiri karena berbagai alasan
  • Intersex adalah orang-orang yang terlahir dengan variasi karakteristik jenis kelamin seperti kromosom, gonad, atau alat kelamin yang tidak sesuai dengan definisi khusus sebagai pria atau wanita
  • Asexual (nonseksualitas) (nonseksualitas) adalah kurangnya ketertarikan seksual pada siapapun atau dapat diidentifikasi ketika seseorang yang memiliki minat yang rendah atau sama sekali tidak memiliki minat akan kegiatan seksual
  • Ally adalah orang yang menganggap diri mereka sebagai teman bagi komunitas LGBTQ+

Mitos dan Fakta

Sebagaimana hal lain begitu juga dengan LGBTQ+, kita mungkin pernah menangkap informasi yang salah dan harus mencari cek fakta. Ada beberapa mitos yang sudah tersebar dan kami disini memberikan pengetahuan mengenai informasi salah yang mungkin sudah kamu dengar. Parliamentarians for Global Action telah menjelaskan mitos dan cek fakta pada pandangan masyarakat terhadap komunitas LGBTQ+. Berikut adalah beberapa mitos yang juga sering kita dengar di Indonesia beserta cek faktanya:

Myth Fact
Homoseksualitas adalah “fenomena Barat” Ketertarikan pada jenis kelamin yang sama begitu juga dengan orang LGBTQ+ ada di manapun, di semua negara, dalam berbagai kelompok etnik, pada segala level ekonomi dan di seluruh komunitas untuk waktu yang sangat lama. Hal yang benar adalah hukum kriminal yang digunakan untuk menghukum orang LGBTQ+ di banyak negara berasal dari kekuasaan kolonial abad ke-19 di Barat.
Homoseksualitas adalah penyakit, atau masalah kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menglarifikasi secara jelas bahwa homoseksualitas bukanlah kelainan atau penyakit. WHO juga menekankan bahwa homoseksualitas adalah variasi natural dan non-patologis seksualitas manusia.
Kita dapat mengubah orientasi seksual dan identitas gender seseorang WHO sudah menjelaskan bahwa orientasi seksual tidak dapat diubah oleh orang lain tetapi bisa oleh orang yang bersangkutan. Usaha untuk mengubah orientasi seksual orang yang gay, lesbian dan biseksual secara paksa tidak efektif, berbahaya dan dapat menimbulkan kekerasan.
Semua orang LGBTQ+ memiliki HIV/AIDS Sudah pasti salah. HIV/AIDS dapat menyerang seseorang baik yang heteroseksual, cis-gender dan LGBTQ+, pria dan wanita. Faktanya, stigma, diskriminasi, dan pengucilan terhadap orang LGBTQ+ lah yang membatasi akses pada informasi mengenani HIV dan praktek seks yang aman, pencegahan, tes, perlakuan, perawatan dan dukungan. Hal ini menyebabkan orang LGBTQ+ mempunyai resiko yang lebih besar untuk bersinggungan dengan HIV.
Orang LGBTQ+ "berbahaya untuk anak-anak" Penelitian menunjukkan bahwa orang LGBTQ+ di seluruh dunia adalah orang tua, guru dan panutan yang baik bagi anak muda, sama halnya dengan orang-orang normal dan cisgender. Hal ini juga berlaku ketika menyinggung soal bentuk kekerasan pada anak-anak, hal ini harus dicegah dan dihukum dimanapun hal ini terjadi dan siapapun yang terlibat. Menggambarkan orang LGBTQ+ sebagai paedofil atau orang yang berbahaya bagi anak-anak itu salah dan tidak sopan.
Menghapus hukum yang mengriminalisasi hubungan sesama jenis berarti "mendukung homoseksualitas" Mendukung hak yang sama atas orang LGBTQ+ bukanlah “mendukung homoseksualitas”. Ini berarti mendukung hak asasi manusia yang setara untuk setiap orang yang merupakan nilai utama yang seluruh Anggota Negara PBB wajib pertahankan.
Orang LGBTQ+ “tidak normal”, mereka adalah ciptaan jaman modern, identitas mereka hanyalah sebuah "tren" Orientasi seksual dan identitas gender bukanlah sebuah "tren". Ada sejarah yang terekam untuk setiap negara di seluruh dunia dari orang yang identitas dan perilakunya mirip denga apa yang saat ini kita sebut sebagai identitas heteroseksualitas, homoseksualitas, biseksualitas dan transgender.

Referensi

Artikel lainnya dari:
LGBTQ+