Belajar
Kehamilan

Kehamilan dan Menjadi Orang tua

Di Halaman Ini
Di Halaman Ini
EN
EN

Komitmen Jangka Panjang dan Menjadi Orang Tua

Dalam kehidupan pribadi atau sosial, berkeluarga merupakan salah satu tujuan hidup atau sebuah ekspektasi kehidupan. Berkeluarga termasuk juga dengan segala kesulitan dan bertumbuh dengan mereka. Menjadi orang tua merupakan salah satu komitmen seumur hidup karena walaupun pada suatu saat anak akan terpisah dengan orang tua, hubungan antara orang tua dan anak tidak akan berakhir.

Berikut merupakan alasan lain mengapa menjadi orang tua merupakan komitmen jangka panjang:

  • Anak berhak akan komitmen orang tua dalam hidup mereka 
  • Orang tua dan keluarga merupakan pusat kehidupan dan berpengaruh signifikan dalam kehidupan anak 
  • Dukungan dan kasih sayang dari orang tua sangat berharga bagi anak 
  • Pola pengasuhan orang tua berdampak besar pada kebiasaan dan perilaku anak dalam jangka panjang 
  • Orang tua memiliki peran penting dalam menentukan kesejahteraan anak

Kewajiban Umum Orang Tua

Memiliki anak bisa membawa warna baru dalam kehidupan, tetapi kita juga harus sadar bahwa menjadi orang tua memiliki tantangan tersendiri. Banyak kerja tim dan komunikasi yang dibutuhkan orang tua untuk bersama-sama mengasuh dan membesarkan anak. Menjadi orang tua merupakan salah satu dari beberapa tahapan perkembangan di masa dewasa karena menjadi orang tua membutuhkan keseimbangan antara pekerjaan dan peran di dalam keluarga.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hubungan keluarga dan cara pengasuhan anak, bisa dilihat dalam artikel kami disini.

Secara umum, orang tua memiliki kewajiban dan tanggung jawab atas peran mereka seperti:

  • Melindungi anak dari bahaya 
  • Melakukan pengasuhan ; memenuhi kebutuhan dasar anak (makanan, kesehatan, tempat untuk hidup, pakaian, dsb), perhatian, dukungan, penerimaan, pengertian, dan kasih sayang 
  • Menyediakan struktur ; menggunakan disiplin, membuat batasan, mengarahkan, mengajari anak soal nilai-nilai dan perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang perlu diajarkan orang tua ketika perubahan perilaku, pertumbuhan, dan kedewasaan anak mulai terjadi

Resiko dari Memiliki Anak Terlalu Dini dan Selang Waktu Kelahiran Terlalu Dekat

Kehamilan di usia yang terlalu dini memiliki banyak resiko dan konsekuensi. Di samping risiko kesehatan, ada juga risiko psikologis dan sosial ekonomi.

Berikut merupakan risiko yang dapat muncul pada fase sebelum kelahiran, kehamilan, dan setelah melahirkan:

  1. Risiko Fisik: perempuan yang hamil di bawah usia 20 tahun dapat mengalami kesehatan yang memburuk seperti pendarahan saat kehamilan (haemorrhage), preeclampsia, gangguan hipertensi (toxaemia), kelahiran yang lama dan sulit, anemia parah, serta disabilitas.
  2. Risiko Psikologis: tingkat stres yang tinggi, baby blues, depresi pada saat sebelum dan setelah kelahiran, pemikiran untuk bunuh diri, penggunaan obat-obatan terlarang, dan posttraumatic stress disorder.
  3. Risiko Sosial: kesulitan untuk menghadiri kelas atau menyelesaikan studi dapat mempengaruhi kondisi pendidikan dan kesempatan kerja dari orang tua. Hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan pernikahan. Aspek sosial yang dapat muncul bisa berupa stigma, penolakan, dan kekerasan dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan pasangan.

Hal penting yang perlu diingat adalah kehamilan pada usia dini tidak hanya mempengaruhi kehidupan ibu tetapi juga anak. Anak yang lahir dari kehamilan pada usia dini berisiko mengalami kelahiran prematur dan memiliki berat badan di bawah standar yang bisa berakibat bayi lahir tidak sehat, penyakit berat saat anak-anak, serta disabilitas fisik dan mental. Depresi yang dialami ibu atau depresi setelah kelahiran (postpartum depression) dapat menyebabkan anak mengalami ikatan yang tidak sempurna (insecure attachment) dengan orang tua.

Kelahiran dengan jarak yang terlalu dekat akibat kehamilan yang tidak direncanakan atau direncanakan, dapat membuat anak berada dalam risiko kesehatan yang lebih besar. Kelahiran prematur, berat badan bayi di bawah standar, atau indikasi kondisi hypoxic dapat terjadi. Salah satu penelitian dalam topik ini menyatakan bahwa anak yang lahir dengan jarak kurang dari satu tahun dari anak sebelumnya berpotensi lebih besar untuk mengalami autisme.

Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami kehamilan pada usia dini, disarankan untuk berbicara dengan profesional kesehatan atau mencari dukungan dari komunitas kesehatan. Salah satu cara lainnya adalah dengan mencari dan menerima dukungan dari keluarga atau orang terdekat yang kamu miliki.

Klik disini untuk melihat daftar support atau dukungan yang bisa kamu gunakan.

Referensi

Artikel lainnya dari:
Kehamilan